Pertolongan Pada Gigitan Hewan Rabies

Rabies adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus, yaitu virus rabies yang menyerang system syaraf pusat. Semua hewan mamalia dapat terjangkit virus rabies. Anjing, kucing dan kera dapat tertular rabies. Sapi, kelelawar juga dapat tertular rabies. Penyakit ini bersifat zoonosa, artinya penyakit hewan yang dapat menular ke manusia.


Rabies di Indonesia dilaporkan pertama kali pada tahun 1884 di Jawa Barat, kemudian menyebar ke wilayah lain. Saat ini sebagian besar wilayah Indonesia dilaporkan tertular, hanya sebagian kecil wilayah yang masih bebas rabies yaitu seluruh pulau-pulau disekitar pulau Sumatera, Provinsi Bali, Busa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur kecuali Pulau Flores dan Lembata, Papua, Papua Barat. Provinsi Kalimantan Barat, Jawa Timur, jawa Tengah, DI Yogyakarta dan DKI Jakarta telah bebas dari rabes yang dicapai dengan program pemberantasan.

Setiap tahun Rabies menelan korban lebih dari 50.000 manusia di seluruh dunia. Ini berarti rata-rata setiap 10 menit ada 1 orang meninggal akibat rabies. Di Indonesia berdasarkan data departemen kesehatan, setiap tahun rabies menelan korban jiwa lebih dari 90 orang. Sampai saat ini rabies belum ada obatnya, bila seseorang tertular rabies, hamper 100% akan berakhir dengan kematian. 

Virus rabies dapat menulari seluruh mamalia. Mamalia adalah hewan berdarah panas yang memiliki rambut dan kelenjar susu yang menghasilkan susu untuk bayinya. Contohnya anjing, kucing, kera, sapi, dan kambing. Sedangkan hewan seperti kodok, burung, ular dan lebah tidak dapat tertular rabies. Di Indonesia sebagian besar kasus rabies ditularkan oleh anjing, sebagian kecil oleh kucing dan kera, sedangkan di Amerika sebagian besar kasus rabies ditularkan oleh kelelawar. Virus rabies masuk kedalam tubuh manusia atau hewan melalui luka gigitan oleh hewan penderita rabies atau melalui luka yang terkena air liur hewan penderita rabies.

Pertolongan pertama pada kasus gigitan hewan rabies dan suntikan anti rabies pasca digigit dapat mencegah seseorang tertular penyakit rabies. Untuk itu diperlukan upaya berkelanjutan agar masyarakat mengenali penyakit ini dan mengerti apa yang harus dilakukan bila terjadi kasus gigitan hewan tersangka kasus rabies.

Setiap kejadian penggigitan oleh hewan penular rabies harus diduga sebagai tersangka rabies. Tindakan yang harus dilakukan adalah :

a. pertolongan pertama kepada penderita gigitan anjing gila yaitu mencuci luka gigitan dengan sabun/detergen dan dicuci pada air yang mengalir selama 5-10 menit, kemudian dikeringkan dan diberi yodium tinktur atau alkohol 70%. 

b. Luka resiko tinggi : luka gigtan multiple, luka di daerah muka, kepala, leher, jari tangan, jiltan pada mukosa.

c. Luka resiko rendah : jilatan pada kulit, cakaran atau abrasi, gigitan di daerah tangan/kaki/badan.

d. Luka gigtan tidak dibenarkan untuk dijahit, kecuali jahitan situasi.

e. Disekitar luka gigitan yang terpaksa dijahit, perlu dosuntik SAR (Serum Anti Rabies) sebanyak mungkin sisanya disuntikan secara intra muskular.

f. Selanjutnya penderita dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

g. Hewan yang menggigit harus ditangkap dan dilaporkan ke Dinas Peternakan di tingkat kecamatan/kota/kabupaten untuk diobservasi selama 14 hari. Jika mati dalam masa observasi maka kepala anjing tersebut dikirim ke Laboratorium untuk kepastian diagnosa penyebab kematian. 

h. Apabila dalam masa observasi 14 hari hewan tetap hidup maka hewan divaksinasi rabies dan dikembalikan kepada pemiliknya.

i. Hentikan vaksinasi bila pada hari ke-14 setelah menggigit ternyata hewan penggigit tersebut masih sehat/hidup.