Pola Tanam Tanaman Kapas (Gossypium sp)

Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Badan Litbang Pertanian telah berhasil mengembangkan varietas kapas baru yaitu "varietas kapas kanesia 8" yang mempunyai keunggulan produksi dan produktivitasnya tinggi (mencapai 2,7 ton/ha) dengan mutu kualitas ekspor. Tanaman kapas menjadi salah satu andalan dalam menghasilkan devisa negara dari sektor non migas. Pengembangan kapas di Indonesia sangat diperlukan mengingat produksinya belum optimal. Banyak faktor yang mempengaruhi tingginya produksi dan produktivitas kapas diantaranya adalah bagaimana mengatur pola tanamnya. Penanaman kapas dapat dilakukan dengan tiga pola yaitu secara monokultur, tumpang sari dan tumpang gilir.

Penanaman secara Monokultur, yaitu penanaman kapas dilakukan dilahan sawah secara monokultur merupakan pergiliran tanam setelah padi. Kapas ditanam diatas bedengan-bedengan yang terbentuk akibat pembuatan saluran-saluran draenasi dengan jarak tanam antar barisan 100-120 cm dan jarak tanam didalam barisan 25-40 cm seperti gambar di bawah ini.

() xxxxxx () xxxxxx () Keterangan : 

() xxxxxx () xxxxxx () () = saluran draenasi ukuran 20 cm x 25 cm

() xxxxxx () xxxxxx () x = 6 baris kapas, jarak tanam 100 cm x 25 cm 

() xxxxxx () xxxxxx () 2 Tn/lb (44.000 ton/ha)

Tumpang sari (kapas dan kedele), yaitu kapas dan kedele ditanam bersama-sama setelah tanaman padi, diatas bedengan yang terbentuk akibat pembuatan saluran draenasi. Penanaman dilakukaan 5-7 hari setelah panen padi dengan tata tanam seperti gambar di bawah ini.

() xx ooo () xx ooo () Keterangan : 

() xx ooo () xx ooo () () = saluran draenasi ukuran 20 cm x 25 cm

() xx ooo () xx ooo () x = 2 baris kapas, jarak tanam 150 cm x 30 cm, 2 tan/lb 

() xx ooo () xx ooo () (33.000 tan/ha)

o = 3 baris kedelai, jarak tanam 25 cm x 15 cm, 2 tan/lb 

(350.000 tan/ha)

Tumpang gilir (kedele - kacang hijau/ kacang tanah)

Pola tanam ini dilakukan apabila ketersediaan air masih dimungkinkan setelah panen kedele. Lahan di jalur eks kedele dilanjutkan dengan menanam kacang hijau/kacang tanah yang merupakan tumpang gilir (kedele - kacang hijau/kacang tanah). Untuk penanaman kacang hijau setelah kedele, perlu dilakukan pengolahan tanah. 

Contoh pola tanam dapat dilihat seperti di bawah ini : 

() xx oo () xx oo () Keterangan : 

() xx oo () xx oo () () = saluran draenasi ukuran 20 cm x 25 cm

() xx oo () xx oo () x = 2 baris kapas, jarak tanam 150 cm x 30 cm, 2 tan/lb 

() xx oo () xx oo () (33.000 ton/ha) 

o = 2 baris kacang hijau/kedele, jarak tanam 25 cm x 15 cm, 

2 tan/lb (275.000 tan/ha) 

Yang perlu diperhatikan dalam pola tanam tumpangsari adalah bagaimana mengelola pengairan, pemupukan, pemupukan dan penjarangan, penyiangan dan pembubunan serta pengendalian OPT.

Pengairan

Pengairan pada pola pertanaman tumpang sari kapas dan kedele, sebaiknya mengikuti jadwal pengairan kedele yang dilakukan pada saat awal pembungaan (25-35 hari setelah tanam/HST), pembentukan polong (50-55 HST), pengisian biji (65 HST) dan pemasakan biji kedelai (80 HST). Setelah panen kedele, tanaman kapas perlu diberikan tambahan pengairan yaitu pada umur 90 hari dan pada 115 hari. Pada saat melakukan pengairan diusahakan agar daerah perakaran kapas sedalam 30-40 cm cukup mendapat air.

Pemupukan

1. Pemupukan tanaman dengan pola monokultur dilakukan sebanyak 3 kali yaitu: 1) pada saat tanam dengan memberikan pupuk ZA, TSP dan KCL 100%; 2) 30 hari setelah tanam dengan urea 1/3 bagian; dan 3) 60 hari setelah tanam diberikan urea 2/3 bagian. 

2. Pemupukan tanaman dengan pola tanam tumpang sari antara tanaman kapas dengan kacang-kacangan dilakukan 2 kali yaitu: 1) diberikan pada saat tanam dengan dosis TSP 100% (kacang-kacangan), TSP dan KCL 100% (kapas), 50% urea (kacang-kacangan) dan 1/3 bagian urea (kapas); dan 2) pada saat tanaman kapas berumur 20-30 hari dengan memberikan 2/3 bagian pupuk urea;

Penyulaman Dan Penjarangan

Penyulaman dan penjarangan, tanaman dilakukan sesuai dengan umur tanaman yang dapat digambarkan sebagai berikut : 1) penyulaman tanaman kacang tanah pada umur 1 minggu dan penjarangan dilakukan pada umur 2-3 minggu; 2) penyulaman tanaman kedelai pada umur 1 minggu dan penjarangan dilakukan pada umur 2-3 minggu; dan 3) penyulaman tanaman kapas pada umur 1-2 minggu dan penjarangan dilakukan pada umur 2-3 minggu

Penyiangan dan pengendalian gulma

Penyiangan dan pengendalian gulma dilakukan menurut keadaan. Apabila gulma dirasakan mengganggu pertumbuhan tanaman maka dilakukan penyiangan. Penyiangan dianjurkan minimal 2 kali yaitu umur 14 hari dan umur 28 hari. Penyiangan dianjurkan menggunakan alat siang atau dengan cara mekanis dengan menggunakan cangkul pada saat lahan dalam keadaan kering (sebelum pengairan). Sedang untuk pengendalian gulma, dapat dilakukan dengan menggunakan herbisida yaitu herbisida pra tumbuh Goal 2E (Oxyflourfen) 1,25 l/ha diikuti dengan pemberian mulsa dan penyiangan mekanis 3 dan 6 minggu setelah tanam, atau dilakukan dengan penyemprotan Goal 2E pada saat 5-7 hari setelah panen padi.

Sumber : 
  • Standar, Norma, Pedoman, Kriteria dan Prosedur (SNPKP); 
  • Pedoman Budidaya Tanaman Kapas, Direktorat Budidaya Tanaman Semusim, Direktorat Jenderal Perkebunan, Departemen Pertanian, 2006; 
  • Berbagai sumber