Produksi Hijauan Pakan Melalui Budidaya Lororng

Salah satu Teknologi Produksi Hijauan Pakan Ternak di Indonesia dapat dilakukan melalui Budidaya Lorong.

Pakan memiliki peranan penting bagi perkembangan ternak ruminanasia baik untuk memenuhi kebutuhan pokok, pertumbuhan, maupun untuk produksi (susu, anak dan daging) ataupun sebagai sumber tenaga. Oleh karena itu pemberian pakan harus memenuhi standar kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan baik secara kualitas maupun kuantitas. Di samping itu, pakan juga harus palatable, mudah dicerna dan aman serta harganya terjangkau oleh peternak. Dengan tersedianya pakan yang memenuhi standar kebutuhan dan terjangkau harganya, maka diharapkan dapat mendukung percepatan peningkatan produksi dan produktivitas serta populasi ternak ruminansia.


Untuk pakan ternak ruminansia terdiri dari pakan hijauan dan konsentrat. Hijauan yang biasa digunakan sebagai pakan pada usaha peternakan rakyat di pedesaan adalah rumput introduksi sebagai rumput unggulan. Adapun limbah pertanian yang sering digunakan adalah jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami sorghum, daun ubi jalar, daun ubi kayu dan pucuk tebu. Sedangkan bahan baku konsentrat yang sering digunakan adalah dedak padi, bungkil kedelai dan lain-lain.

Sebagai potensi hijauan pakan yang terdapat di lahan-lahan sumber penghasil hijauan pada umumnya merupakan vegetasi yang tidak secara "sengaja" ditanam. Mereka tumbuh dengan sendirinya sehubungan dengan penanaman tanaman utamanya. Sedangkan di Indonesia, ada beberapa pakan hijauan yang sengaja ditanam baik dengan memenfaatkan lahan-lahan yang ada. Hal ini bahkan telah menjadi budaya peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan ternaknya.

Ketersediaan lahan yang kurang memadai serta produksi hijauan pakan yang fluktuatif memerlukan berbagai langkah untuk memperluas keragaman sumber pakan dan bahan pakan diantaranya melaui pemberdayaan lahan-lahan yang ada dalam menghasilkan hijauan pakan seperti memanfaatkan lahan tidur, lahan perkebunan dan lain-lain atau pertanian serta hasil samping agroindustri. Salah satu Teknologi Produksi Hijauan Pakan Ternak di Indonesia dapat dilakuan melalui Budidaya Lorong. Adapun Teknik Produksi Hijauan Pakan Ternak melalui Budidaya Lorong seperti berikut.

Teknologi Produksi Hijauan Pakan Ternak melaui Budidaya Lorong. Budidaya Lorong adalah sistem konservasi tanah cara vegetatif untuk mengendalikan erosi. Cara ini dianggap paling efektif dan efesien bila dibandingkan dengan cara mekanik (teras-siring dan gulud). Budidaya merupakan sistem usaha tani terpadu terdiri dari tanaman tahunan, pangan, legume, pakan dan ternak.

Untuk budidaya lorong, tanaman utama biasanya terdiri dari tanaman pangan semusim atau tahunan dalam suatu lorong yang dibatasi tanaman pagar, yaitu tanan leguminosa pohon. Tanaman pagar dipotong secara teratur untuk menghindari peneduhan, sedangkan libah tanaman pangan dan daun dari tanaman pagar dapat dimanfaatkan sebagai pakan tenak atau dikembalikan sebagai pupuk hijau (Kang et al, 1984).

Pada peternakan sapi perah di Bandung Selatan dalam rangka memanfaatkan lahan dengan tingkat kemiringan tertentu telah menggunakan sistem budidaya lorong yaitu dengan menanam rerumputan di dalam barisan pagar tanaman leguminosa pohon. Jenis hijauan yang ditanam adalah rumput gajah, rumput benggala dan lamtoro tahan kutu lonjat (Leucaena diversifolia). Potensi perkiraan produksi nutrisi rumput gajah dengan kemiringan lereng 0 - 5 % menghasilkan kebutuhan bahan kering (BK) untuk 8 ekor sapi perah per ha, sedangkan menurut kebutuhan protein kasar mampu mendukung sebanyak 7 ekor sapi per ha dan apabila dihitung berdasarkan kebutuhan energi tercernanya dapat memenuhi kebutuhan 6 ekor sapi perah per ha. Adapun rumput gajah yang ditanam pada lahan yang lebih curam akan menghasilkan produksi hijauan yang lebih rendah dan tentunya daya dukung untuk memenuhi kebutuhan sapi perah laktasi juga akan lebih rendah.

Sumber : Buku/Brosur "Potensi Pakan dan Bahan baku Pakan, Direktorat Jenderal Peternakan Tahun 2006.