Sertifikasi Teknis Kakao SE

Sentra kakao Indonesia tersebar di Sulawesi (62,3%), Sumatera (17,3%), Jawa (5,6 %), Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali (4,1%), Kalimantan (3,7%), Maluku dan Papua (7,0%). Berdasarkan identifikasi lapangan dan data tahun 2008, diketahui kurang lebih 70.000 ha kebun kakao dengan kondisi tanaman tua, rusak, tidak produktif, dan terkena serangan hama dan penyakit dengan tingkat serangan berat sehingga perlu dialokasikan peremajaan 235.000 ha kebun kakao dengan tanaman yang kurang produktif dan terkena serangan hama dan penyakit dengan tingkat serangan sedang sehingga perlu dilakukan rehabilitasi.

Sejalan dengan perkembangan teknologi dan penguasaan petani terhadap teknologi serta kondisi pertanaman yang akan diremajakan dan direhabilitasi maka Direktorat Jenderal Perkebunan merencanakan peremajaan kakao dengan menggunakan benih yang dikembangkan dengan teknologi SE, 

Tujuan penggunaan benih kakao SE, untuk menyediakan bahan tanaman kakao dalam bentuk klonal di wilayah peremajaan Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional secara masal dengan tingkat keseragaman yang tinggi, meningkatkan kualitas tanaman untuk menghasilkan produktifitas, mutu dan hasil yang optimal. Sedangkan tujuan penggunaan entres kakao ; untuk menyediakan bahan tanam kakao dalam bentuk klonal di wilayah rehabilitasi Gerakan Peningkatan Produksi dan Mutu Kakao Nasional yang dapat disediakan dari kebun entres di wilayah bersangkutan atau terdekat. 

Standar Mutu Pinak (plantlet) Kakao SE Pasca Aklimatisasi

Spesifikasi teknis plantlet kakao pasca aklimatisasi dan bibit kakao asal SE siap tanam, sebagai berikut ;
Untuk kriteria bahan tanam, pinak (plantlet) kakao diproduksi dengan teknik SE (Somatic Embryogenesis); kriteria materi genetik, ICCRI 03/ICCRI 04/Sul 1/Sul 2/Sca 6 ; kriteria umur 2 - 4 bulan; kriteria tinggi plantlet minimum 5 cm; kriteria jumlah daun minimum 3 lembar; warna daun hijau - hijau muda; kotiledon/duduk kotiledon, tidak ada kotiledon dan bebas duduk kotiledon pada batang; warna batang hijau - hijau kecoklatan; bebas dari hama dan penyakit; kemasan dari kotak plastik kedap udara lembab dan dilengkapi label penanda dari produsen; bersertifikat mutu pinak kakao SE dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebuan (BBP2TP).
Standar Mutu Bibit Kakao SE Siap Salur, bibit berasal dari pinak (plantlet) kakao yang diproduksi dengan teknik Somatic Embryogenesis, genetik berasal dari ICCRI 03/ICCRI 04/Sul 1/Sul 2/Sca 6, kemurnian 100 %, umur bibit terhitung mulai pembesaran 3 - 6 bulan, tinggi bibit minimum 20 cm, jumlah daun minimum 10 lembar, warna daun hijau segar, akar tunggang 1 atau lebih, tidak ada kotiledon dan bekas kotiledon pada batang, ukuran polybag minimum 12 x 20 cm, bersertifikat mutu bibt kakao SE dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBP2TP)/UPTD/IP2MB 
Bahan Entres Kakao, bahan Entres kakao SE adalah cabang plagiotrop tanaman kakao, bahan tanaman diperoleh dari tanaman kakao unggul dan telah diberikan rekomendasi oleh pihak-pihak yang kompeten yaitu : Pusat Penelitian Kopi dan Kakao dan Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman (BBP2TP)/ UPTD/IP2MB.
Kriteria penetapan calon petani sumber entres sebagai berikut; petani memohon agar kebunnya dapat digunakan sebagai sumber entres, areal yang dimiliki berupa pertanaman kakao klonal dari klon Sulawesi 1 dan Sulawesi 2 untuk wilayah Sulawesi, sedangkan untuk Papua dan Nusa Tenggara Timur digunakan klon unggul yang sudah direkomendasikan, luas tanaman lebih kecil dari 1 Ha, tahun sambung samping dilaksanakan tahun 2006 dan sebelumnya (tanaman sudah berbuah).

Standar mutu entres kakao ; pohon induk telah di identifikasi oleh tim teknis dan ditetapkan dengan surat keputusan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi, tanaman sehat dan memiliki cabang plagiotrop yang sehat untuk varietas Sulawesi 1 dan Sulawesi 2, pemilihan bahan entres / plagiotrop segar, pemotongan bahan entres 20 - 25 cm dan bekas sayatan harus diberi lilin atau pestisida, pengepakan dengan menggunakan kotak karton atau kemasan yang dapat berfungsi sebagai bahan pembungkus yang baik, kotak diberi media serbuk gergaji atau media lain untuk menjaga kelembaban, Sertifikat sesuai spesifi-kasinya oleh BBP2TP/ UPTD/IP2MB Provinsi setempat.