Standar Mutu Bibit Burung Merpati Humer King

Untuk mendapatkan bibit burung merpati Homer King yang bagus ada 2 (dua) stadar mutu bibit yang harus dipahami dan diperhatikan, yaitu : Standar Umum dan Standar Khusus burung merpati Homer King.


Burung merpati termasuk burung yang memiliki daya tahan tinggi terhadap penyakit. Namun hal itu jangan membuat kita terlena. Sebab, kita tidak perlu lagi kwawatir jika kita memang sudah : 
  • Menyediakan tempat teduh untuk merpati (pagupon/gupon-Jawa) yang kering, terang, ventilasi baik dan burung merpati dapat pergi menghindari hembusan angin dari satu arah (graught); 
  • Menyediakan tempat tinggal/berteduh yang tetap bersih; 
  • Memberi makanan yang bermutu, bersih, bergizi dan seimbang; 
  • Memberikan grif yang cukup dan seimbang mutunya; 
  • Memberi air bersih yang terpisah dari air yang biasa untuk memandikan. Sedangkan penyakit umum merpati biasanya disebabkab oleh binatang kecil pengganggu yang menyebabkan burung merpati terkena infeksi, atau juga virus/bakteri atau infeksi yang disebabkannya.
Adapun binatang pengganggu merpati umumnya , antara lain : 

Kutu 

Kutu merpati cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang. Betbeda dengan kutu burung berkicau, kutu merpati tidak menghidap darah tetapi hidup dengan memakan bulu dan sisik kulit merpati; 

Tunggau Merah

Tungau ini sama dengan tungau ayam. Disini berbeda dengan kutu, tungau ini sulit ditangani bila jumlahnya sudah banyak; 

Lalat Merpati 

Lalat yang pernak ditemukan di AS bagian Selatan ini lebih kecil ketimbang lalat yang biasa berkeliaran di rumah-rumah. Bukan hanya pengganggu, lalat ini juga membawa bibit penyakit. Sedangkan gejalanya, yaitu terdapat luka di mulut atau leher yang diliputi cairan kental putih kekuningan. Luka akan membesar dan akan menyebabkan kematian burung merpati.

Ada beberapa cara penyembuhan yang tergolong efektif, contoh seperti disampaikan oleh Arie Soeseno dalam memelihara dan beternak burung merpati, yakni dengan menyapu luka dengan larutan yang terdiri dari 3 bagian glycerin dan 1 bagian jodium/iodine. Meski penyakit ini dapat diobati, tetapi jika tidak begitu berharga maka sebaiknya burung yang terjangkit dimatikan saja agar isi kandang tidak terjangkit semua. Ada pihak yang menyebutkan penyakit ini tidak menjalar, namun kita tetap harus berhati-hati

Selain itu, burung merpati termasuk jenis burung yang mudah dirawat dan untuk mencari merpati pun bukan hal yang sulit, karena merpati banyak dijual di pasar burung di Indonesia. Usahakan jangan membeli burung merpati yang sudah tua, ini tidak bagus bagi sekedar membeli untuk disembelih maupun untuk diternak. Untuk membeli burung merpati yang sehat, dengan ciri-ciri sebagai berikut memiliki bulu yang bagus, bagian ujung sayapnya tidak melor alias turun dan bila ditangkap dengan tangan tenaga reaksi/perlawanan burung merpati besar.

Sedangkan ciri-ciri burung merpati yang telah berusia senja/tua adalah sebagai berikut, daging di sekitar paruh yang kelihatan tebal, bagian lubang hidungnya yang terlihat ada kerutan daging tebal, bila dicermati paruhnya sudah ngak kilat. Sebaiknya, apabila akan memelihara burung merpati Homer King harus memahami Standar Mutu Bibit Merpati Homer King baik stadar umum maupun stadar khusus. Adapun lebih jelasnya Standar Mutu Bibit Merpati Homer King, seperti berikut.

A. Standar Umum bibit burung merpati Homer King, sebagai berikut : 
  • Bibit burung merpati Pedaging yang dimaksudkan harus mempunyai Surat Keterangan/Sertifikat yang dikeluarkan oleh breeder/Peternaknya atau Badan-badan Pemerintahan/Swasta yang berwenang yang menjamin mengenai : warna bulu, warna kulit, bentuk badan, tanda-tanda khusus dan kualitasnya sebagai bibit burung merpati; 
  • Bibit burung merpati tersebut harus sehat, tidak cacat, bentuk dan warna seragam bulu baik dan bersal dari induk burung merpati yang sehat.
B. Standar Khusus bibit burung merpati Homer King: 
  • Umur bibit burung merpati pedaging , mulai bertelur : 6 - 7 bulan; 
  • Produksi telur rata-rata per tahun/ekor : 12 - 24 butir; 
  • Produksi merpati potong muda (squab) umur 30 - 37 hari : 16 - 20 ekor/tahun; 
  • Berat Badan yang dapat dicapai squab : 650 - 800 gram dan dewasa : 750 - 850 gram; 
  • Berat karkas squab : 450 - 560 gram; 
  • Jumlah makanan untuk menghasilkan berat karkas karkas tersebut : 3,0 - 3,4 kg.
Sumber : 
  • http//omkicau.com 2010; 
  • http//irulmate.blogspot.com 2010; 
  • Pedoman Standar Bibit Ternak di Indonesia, Direktorat Jenderal 1991.