Beberapa Penyakit Pada Ternak Sapi

Berikut adalah beberapa penyakit yang sering menyerang hewan ternak sapi anda.

Antrax. 

Penyebab adalah bakteri Bacillius antharacis dengan gejala sebagai berikut :Secara tiba-tiba sapi menunjukan gejala demam, selaput lender mata merah dan membengkak, Badan lemah dan gemetar, Sesak nafas, Pembengkakan pada leher, dada dan alat kelamin, Mula-mula berak tertahan, kemudian encer, kadang bercampur darah, Beberapa jam atau hari (1-3 hari) sapi mati dengan kaluar darah dari lubang hidung, mulut, telinga, anus dan alat kelamin.

Penyebaran penyakit terjadi karena ternak langsung melalui luka atau kulit yang lecet, lewat pernafasan dan gigitan serangga dan dapat juga melalui air minum dan makanan yang terkontaminasi oleh darah dan kotoran sapi yang menderita penyakit

Pencegahannya yakni, daerah yang terkena penyakit ini harus ditutup untuk semua ternak dan manusia. Ternak yang belum terserang harus segera divaksinasi; apabila sapi terserang mati, dagingnya tidak boleh dimakan. Bangkai dan semua peralatan yang tercemar harus segera dibakar dan dikubur sedalam 2 meter; pengobatan dengan pemberian antibiotic seperti penissilin
Beberapa Penyakit Pada Ternak Sapi
Black Leg (Radang Paha)

Penyebab. Bakteri Clostridium chauvoei dengan gejala demam tinggi, nafsu makan hilang, ruminasi terlambat diikuti depresi berat dan akan mati dalam waktu 1 - 5 hari, pernafasan lebih cepat dan ternak sudah bergerak,sering rebah, frekuensi minum meningkat tetapi dengan jumlah yang sedikit, adanya tumor pada leher, dada, paha dan pantat dan dalam beberapa jam menyebar hamper keseluruh tubuh, pembengkakan terjadi juga pada lutut dan ekor, apabila pembengkakan itu dipijat akan terdengar suara mendesir dan jika dipotong akan keluar cairan berwarna merah kotor bercampur gelembung dan bau busuk.

Penyebaran melalui air, darah atau makanan yang tercemar. Pencegahan dilakukan dengan memberi vaksin.

Ngorok (Septichaemia Epizootica/shipping Fever)

Penyebab. Bakteri Pasteurella multocida yang dapat mati pada suhu 70OC selama 15 menit dengan gejala demam tinggi, badan lemah dan gemetar, banyan keluar air liur, pembengkakan di leher, pundak, kaki depan dan lidah, penyempitan saluran pernafasan sehingga ternak sulit bernafas (ngorok), kematian biasanya terjadi 12-36 jam.

Penyebaran melalui air dan makanan yang tercemar, lewat serangga dan luka. Pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksin anti SE. pengobatan dapat dilakukan dengan antibiotic dan sulfa.

Radang kuku (Foot Rot)

Penyebab dapi terlalu lama dalam kandang berdrainase tidak baik, dengan gejala pembengkakan pada kuku dan sekitar tumit, kuku mengelupas dan timbul bisul, ternak pincang dan lumpuh. Pencegahan memotong kuku yang busuk dan dibersihkan dengan larutan formalin atau betadine dan dibalut, lantai kandang harus selalu kering.

Surra (Trypanosomiasis, tujuh keliling)

Penyebab parasit darah yang disebut trypanosome evansi dengan gejala hewan yang terserang berputar-putar, karena otaknya terserang protozoa kemudian mati. Pencegahan hewan yang sakit dimasukan ke kamar khusus. Pengobatan dnegan injeksi Naganol.

Cacing (Cacing hati/Fasciola hepatica, Cacing pita dan Cacing gelang/Askaris)

Gejala : sapi kurus, lemah, pucat, dan warna kuning pada selaput lendir dikarenakan peradangan hati dan empedu. Pencegahan :perbaikan drainase dan membasmi siput. Pengobatan dengan pemberian Zanil atau Valbazen lewat air minum, pemberian devonik denan suntikan.

Sebenarnya masih banyak lagi macam-macam penyakit yang dapat berjangkit pada ternak sapi yang dapat menular ataupun yang tidak. Yang penting diperhatikan dengan teliti gerak gerik ternak peliharaan setiap hari seperti makannya, memamah biak, berjalan, berbaring dan sebagainya. 

Jika terdapat atau nampak gejala-gejala sakit pada ternak sapi maka lakukan hal-hal sebgai berikut:
  • Segera asingkan sapi yang sakit dari sapi-sapi yang lain yang masih sehat
  • Istirahatkan ( tidak digembalakan- makanan diberikan di dalam kandang)
  • Segera minta bantuan ahlinya unutk pemeriksaan dan pengobatan
  • Tidak boleh dipotong sebelum mendapat izin, bilamana terpaksa dipotong darurat, dagingnya tidak boleh diedarkan sebelum mendapat izin dari petugas. 
Sumber : Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan Departemen Pertanian, 2009)