Beternak Kambing Ketawa

Kambing perah memang masih terasa asing bagi sebagian masyarakat. Produk susunya pun amsih sangat ekslusif karena dijual dan didistribusikan dalam jumlah terbatas. Padahal dengan khasiatnya dalam meningkatkan kesehatan tubuh, membantu dan mengatasi sejumlah penyakit serta menambah kecantikan jelas bisnis kambing perash sangat menggiurkan. Apalagi hal ini didukung oleh harga jual susu yang sangat tinggi. Tentu bisnis ini akan semakin menarik bila produk dari kambing perah diperkenalkan secara luas kepada masyarakat. Pada dasarnya jenis kambing perah merupakan ternak dwiguna. Artinya, kambing perah dipelihara dengan dua kegunaan, yaitu menghasilkan susu dan daging. Di dunia terdapat beragam jenis kambing penghasil susu yang sifat dan keunggulan karakteristik produksi masing-masing jenis berbeda. 

Dari antara jenis kambing perah unggul tersebut, kambing peranakan Ettawa (PE) memiliki kemampuan memproduksi susu sebanyak 1,5-3 liter per hari. Dengan kemampuan produksi sus tersebut maka kambing perah PE cukup signifikan unutk dikembangkan sebagai ternak penghasil susu yang sangat potensial. Selain itu, kambing PE pun sangat adaptif dengan topografi Indonesia, tidak memerlukan lahan luas, dan pembudidayaannya relatif mudah sehingga dapat dijadikan bisnis sampingan keluarga. Dalam waktu dua tahun kambing PE dapat beranaka tiga kali dengan setiap kali beranak rata-rata dua ekor anak atau cempe. Biaya kandang tidak terlalu mahal. Untuk satu ekor pejantan sebagai pemacek atau dua ekor induk hanya dibutuhkan kandang berukuran 1,5 m x 1m dengan tinggi 1,75 m.

Potensi dan prospek kambing perah di Indonesia sangat memungkinkan bagi peternak yang ingin membuka peternakan secara komersial perlu mempersiapkan sarana dan prasarananya. 

Pertama yang perlu dipersiapkan adalah kandang. Kandang kambing PE harus dapat membuat kambing tersebut merasa nyaman. Kondisi ini akan menjadikan kambing memproduksi susu secar optimal. Untuk dapat menciptakan suasana yang nyaman bagi ternak kambing tersebut maka kandang harus dapat melindungi ternak dari semua gangguan yang dapat menggangu baik alam ( panas matahari, terpaan angin) maupun gangguan dari bianatang pengganggu seperti tikus, anjing, musang dan lain-lain. Selain itu konstruksi harus memungkinkan kambing mudah dalam beraktivitas sehari-hari sepertiamakan, minum, tidur dan lain-lain. Kandng juga haeus dapat mempermudah peternak mengawasi, memonitor, menjaga kesehatan dan melakukan pemerahn susu. 

Agar kambing dapat hidup baik dan berproduksi optimal maka dalam pembuatan kandang harus diperhatikan sebagia berikut:

Ventilasi kandang.

Ventilasi berguna unutk mengeluarkan udara kotor dari dalam kandang dan menggntiksn udara segar dari luar kandang. Kondisi ini membuat kambing merasa tidak kepanasan. Kandang sebaiknya dibuat menghadap arah timur atau menghadap matahari terbit. Tujuannya agar sinar matahri pagi mudah masuk secara langsung ke dalam kandang. Sianr matahari pagi mengandung sinar ultraviolet. Sinar ultrwaviolet ini berguan dalam membantu pembentukan vitamin D bagi tubuh dan untuk mematikan bakteri dalam kandang sehingga kebersihan tetap terjamin. Kandang akan tampak sehat dan kering sepanjang waktu.

Lokasi kandang. 

Kandang diusahakan dibangun dilokasi yang jauh dari lingkungan pemukiman masyrakat. Hal ini dilakukan agar ternak terhindar dari strees akibat dari suara bising terutam pada saat pemerahan susu. Kandang harus dapat menghindarkan tiupan angin kencang karena tiupan angin kencang dapat mengakibatkan ternak kambing lemas dan kembung. Agar terhindar dari tiupan angin kencang,kandang sebaiknya dibangun dilokasi yang banyak pohonnya. 

Ukuran Kandang. 

Ukuran kandang kambing dewsa adalah panjng 1,5 m, lebar 1m, dan tinggi 1,75 m.

Pakan tenak kambing harus diberikan kepada ternak sebagai kebutuhan hidup pokok. Pakan harus terdiri ari zat-zat makanan yang dibutuhkan ternak sperti protein, lemak, karbohidart, mineral dan air. Secar umum jenis pakan yng diberikan kepada kambing PE sebenarnya hanya terdiri ari 3 jenis yaitu pakan kasar, pakan penguat, dan pakan suplemen atau pengganti. Pakan kasar merupakan bahan makanan berkadar serat kasar tinggi. 

Bahan inin berupa pakan hijauan yang terdiri dari rumput dan daunan. Pakan penguat merupakan bahan makanan yang berkadar serat rendah dan mudah dicerna seperti konsentrat, ampas tebu, bubur singkong dan lain-lain. Sementara pakan suplemen merupakan pakan hijauan yang sudah difermentasi. Pakan suplemen ini berupa campuran pakan hiajuan dengan sejenis probiotik speerti Nutri Simbah. Probiotik ini berpengaruh pada peningkatan kesehatan ternak, dan peningkatan produksi susu. Walaupun ada tiga jenis pakan, pakan kasar dan pakan penguata harus selalu diberikan. Selain pakan ternak jangan lupa diberikan air yang cukup. Air sangat dibutuhkan oleh kambing dimana kebutuhan air tersebut tergantung pada iklim dan jenis makanan yang diberikan.

Bibit PE yang baik sangat mementukan keberhasilan usaha. Bibit yang baik akan menghasilkan produksi susu yang optimal tetapi sebaliknya bibit yang kurang baik kambing tidak akan berproduksi dan kalaupun berproduksi baik dari segi kauntitas dan kualitas sangat rendah. Cara memilih bibit yang baik adalah mnyeleksi asal-usul ternak. Car ini memerlukan data dan infromasi yang cuckup lengkap tentang silsilah ternak tersebut. Dapat juga seleksi berdasarkan pengamatan kasat mata. Teknik ini sudah terbiasa suah dilakukan oleh peternak. Hanya saja tingkat keberhasilan bibit dengan teknik ini sangat tergantung kepada kepiawaian kita masing-masing. Standarisasi ukuran untuk menilai kambing yang bekualitas memang berbeda sesuai umur. Disini hanya diberikan standar ukuran unutk kambing. PE betina dewasa. Sementara standar ukturan untuk menilai kambing PE dara atau muda tentunya akan lebih rendah dari standar ukuran kambing PE betina dewasa. 

Penyakit yang sering terjadi pada kambing perah, dapat berupa penyakit bakterial (disebabkan oleh bakteri), penyakit parasit ( disebabkan oleh binatang parasit) serta penyakt lain yang bukan disebabkan oleh bakteri maupun parasit. Beberapa penyakit yang sering menyerang ternak kambing adalah penyakit antrax (radang limpa), penyakit mastitis, penyakit keguguran atau keluron, diare atau mencret, selain itu juga ada poenyakit kudis atau kurap, penyakit cacing, sakit mata, perut kembung , kelumpuhan atau kejang-kejang.