Budidaya Itik Serati Yang Benar

Budidaya Itik Serati yang baik dan benar

1. Lokasi pemeilharaan

Lokasi usaha harus memperhatikan lingkungan dan topografi, status lahan harus jelas dan jauh dari pemukiman. Lokasi kandang itik sebaiknya memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut : Jauh dari pemukiman; tanah tempat mendirikan kandang memiliki drainase yang baik; tidak bising; mudah untuk mendapatkan air bersih; keamanan lingkungan kandang terjamin; mudah untuk mengkases alat transportasi; terjangkau aliran listrik.

2. Perkandangan

Sarana yang diperlukan adalah kandang anak, kandang pembesaran, tempat pakan dan minum serta penerangan. Kandang anak terbuat dari bambu/kawat, berupa panggung, cukup ventilasi, lantai ditaburi sekam/serbuk gergaji untuk menyerap air dan kotoran. Kandang pembesaran terbuat dari bambu, berupa kandang tanah yang lantainya diberi alas sekam/serbuk gergaji untuk menyerap air dan kotoran serta cukup ventilasi. ukuran kandang pemeliharaan anak dan pembesaran disesuaikan dengan skala usaha. Kepadatan unutk umur 0 - 2 minggu adalah 25 - 30 ekor/m2 dan umur 3-10 minggu 10-12 ekor/m2. Lokasi kandang harus memperhatikan tata letak, drainase, sirkulasi udara, sinar metonin, sarana transportasi, sumber pakan, sumber air tidak bising dan harus kering dan bersih. Tempat makan dan minum dari bahan tidak mudah berkarat dan mudah dibersihkan, penempatannya mudah dijangkau dan dipindahkan. Untuk menghilangkan bau amoniak kandang perlu diberi kapur atau gamping dan ditaburi dengan sekam atau gerajen sehingga kandang tidak becek. 

Itik Serati
3. Pengadaan Bibit 

Pemilihan bibit (DOD) merupakan salah satu kunci keberhasilan usaha, karena dalam usaha serati yang menggunakan bibit asal-asalan hasilnya tentu tidak akan maksimal. DOD yang baik harus sehat dan baik yang dicirikan oleh : tubuh tegap, gesit dan lincah; kaki kokoh; fisik tidak cacat dan nafsu makan tinggi, memiliki bulu halus dan mengkilap, mata jernih , memiliki ukuran antara kepala, leher , badan dan kaki proporsional, memiliki kolaka/ dubur yang bersih atau tidak kotoran yang melekat dan anak itik sering mengeluarkan suara. Anak itik serati yang baru lahir (DOD) memiliki bobot badan 26 - 53 gram (rataan 40,03 g). DOD dibeli dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya atau yang telah mendapat rekomndasi dari dinas peternakan setempat.

4. Penyediaan Pakan 

Pada budidaya itik pedaging secara intensif, penyediaan pakan sering menjadi kendala karena sebagian besar masih mengandalkan pakan pabrik yang menghabiskan 60-70 % biaya produksi. Pakan yang digunakan pada budidaya itik pedaging hanya dua jenis yaitu starter dan grower/finisher. Pakan dapat berasal dari pabrik atau dibuat sendiri dengan bahan pakan yang berasal dari pakan lokal. Kebutuhan gizi stadia starter (0-3 minggu) dengan kadar protein 22- 22 % dan kandungn energi metabolis 3.000 sampai 3.200 kkal, disesuaikan dengan umur serta disajiakan dalam tempat pakan yang cukup sesuai dengan kondisi anak itik. Hindari itik berdesakan pada saat makan, dengan cara menambah tempat pakan. 

Masa kritis pemeliharaan itik periode starter adalah ketika itik berumur 1-7 hari. Oleh karena itu penanganannya harus tepat. Pemberian pakan dilakukan sesering mungkin dengan cara sedikit-demi sedikit. Hal ini merangsang itik agar kondisinya terus terpantau sehingga bila ada itik yang kurang sehat atau kalah bersaing dengan yang lain, agar segera dipindahkan ke petak lain (petak karantina) untuk mendapatkan perawatan khusus. Selain pakan pabrik, pakan itik pedaging dapat dibuat dengan cara mencampur beberapa bahan yang berasal dari limbah pertanian, perikanan dan pakan pabrik (konsentrat dan pur). Limbah pertanian dan perikanan sebagai sumber pakan adalah dedak padi, menir, jagung giling, bungkil kelapa, keong mas, ikan rucah segar dan kepala udang. Komposisi ransum itik pedaging serati stadia starter adalah pur komersial dan menir dengan perbandingan 2:1.Pemberian pakan stadia starter sebanyak 20-40 g/ekor/hari dengan frekuensi 3-4 kali, sedangkan stadia grower sebanyak 40-60 g/ekor/hari dengan frekuensi 2-3 kali. 

Pertumbuhan bobot badan itik serati cukup cepat. Dengan pemberian pakan yang cukup dan bermutu, bobot badan itik serati umur 10 minggu dapat mencapai 2,5 kg. Rataan bobot badan itik serati umur 5 minggu adalah 1.229,49 (bobot awal 40,03 g), sedangkan pada umur 10 minggu 1.154-2.076 g/ekor (bobot awal 502,4-734,3 g). 

Sumber : Balai Penelitian Ternak, Badan Litbang Pertanian, Ir. Supriyadi MM Panduan Lengkap Itik, Ir. Sandhy Sakti Windhayarti: Beternak Itik Tanpa Air.