Hama Aphis Hijau

Aphis Hijau (myzus persicae sulz) merupakan vektor virus yang banyak menyerang tanaman, seperti tomat, tembakau, cabai, kentang, terung, kol, sawi, semangka, ubi jalar, buncis, kapri, dan jagung. Sebagian kutu ini memiliki sayap, tetapi sebagian lain tidak memilikinya.

Panjang tubuh kutu yang bersayao mencapai 2-2,5 mm, kepala dan badanya berwarna coklat sampai hitam, dan perutnya hijau kekuning-kuningan. Ukuran antena sama dengan panjang tubuhnya. Sementara itu, panjang kutu yang tidak berdayap 1,8-2,3 mm, berwarna hijau muda atau kekuning-kuningan, dan panjang antena sedikit lebih pendek dari tubuhnya.
Hama Kutu Aphis Hijau ini menyerang daun dengan cara menghisap cairan, sehingga daun tanaman menjadi tampak jelek dengan bentuk melengkung ke bawah dan menyempit seperti pita. Selain itu, terkadang daun juga mengalami klorosis, sehingga tampak seperti mosaik. 

Gejala lanjutan adalah daun rapuh dan akhirnya gugur. Akibat tidak langsung dari serangan kutu aphis hijau ini adalah tanaman tidak berbuah sama sekali dan menimbulakn penyakit embun jelaga.

Kutu daun bisa diatasi dengan cara sebagai berikut ini.

1. Cara Hayati, yakni menggunakan musuh alami hama aphis hijau yang bersifat predator berupa larva lalat syrphidae dan lembing macan (coccinellidae).

2. Cara Mekanis, yakni dengan memetik daun yang terserang kutu aphis hijau dan memusnahkanya. Penggunaan plastik mulsa hitam perak dapat mencegah berkembangnya kutu ini.

3. Kultur Teknis, yakni menjaga kebersihan lahan dari tanaman liar dan mengatur kelembaban yang sesuai, sebab kelembaban yang tinggi menyebabkan banyak nimfa yang mati karena terserang jamur.

4. Cara Kimiawi, yakni dengan melakukan penyemprotan menggunakan Insektisida yang mengandung bahan aktif imidakloprid, fipronil, dan protiofos, seperti Lanate 40SP, dan Winder 25WP untuk jenis aphis sp. Dosis penyemprotan disesuaikan dengan petunjuk pada label kemasan.