Hama Lalat Penggerek Daun

Lalat Penggerak Daun atauliriomyza sp. Memiliki inang tanaman kentang, seledri, wortel, terung, mentimun, cabai, semangka dan kacang-kacangan. Sesuai tahap perkembangan tubuhnya, telur lalat penggerak daun berbentuk oval dengan ukuran 0,1-0,2 mm.

Telur yang mampu dihasilkan seekor lalat betina dewasa yang berbentuk lalat mencapai 600 butir. Sementara itu, tubuh lalat dewasa memiliki panjang 2 mm dan mampu hidup selama 2-3 hari. Biasanya, lalat betina memiliki umur yang lebih lama ketimbang yang jantan.

Larva penggerak daun menyerang tanaman muda yang ditandai dengan gugurnya daun secara tiba-tiba. Di daerah tropis, serangan lalat dewasa menyebabkan seluruh tanaman tomat tampak seperti terbakar.
Hama Lalat Penggerek Daun
Sementara itu, bakas gigitan lalat dewasa bisa menimbulkan infeksi yang kemudian memicu tumbuhnya jamur dan akhirnya muncul penyakit.

Serangan penggerak daun bisa diatasi dengan cara sebagai berikut.

1. Cara hayati, yakni dengan memanfaatkan musuh alami lalat penggerak daun, terutama dari jenis parasit, seperti halticoptera arduine (Walker), Chrysocharis phytomyza (Brethes), Chrysocharis sp, Diglyphus websteri (crawford), Ganaspidium sp., Opius dissitus (muesebect), Oenonogastra sp. (braconidae), dglphus intermedius (girault), dan chrysonotomyia punctiventris.

2. Cara mekanis, yakni dengan memusnahkan tanaman tomat yang terserang, memasang perangkap, dan melakukan pencegahan dengan menggunakan mulsa plastik hitam perak.

3. Kultur teknis, yakni dengan menanam varietas tomat yang tolaeran terhadap penggerak daun.

4. Cara kimiawi, yakni dengan menyemprotkan menggunakan insektisida Caleb-tin 18EC sesuai dosis dan anjuran.