Hama Tungau Bercak Dua

Tungau Bercak Dua (tetranychus urticae koch) berbentuk oval, berkaki 8, panjang tubuh 0,3-0,4 mm. Selain itu, kedua sisi samping berwarna kuningpucat dengan bercak hitam, sehingga disebut dengan tungau bercak dua. Mulut berfungsi untuk menusuk dan menghisan cairan tanaman.

Tungau betina bertelur di balik daun dan meletakan satu persatu telur. Telur berukuran kecil-kecil dengan diameter sekitar 0,15 mm. Setiap kali bertelur menghasilkan sekitar 100 butir dan menetas setelah 5-6 hari.

Tungau bercak dua mulai menyerang tanaman sejak mesih berbentuk larva. Gejalanya adalah warna daun dan tunas tanaman menguning. Selanjutnya, daun menjadi cokelat dan kering. Hama Tungau ini biasanya bersembunya dibalik permukaan daun. Selain itu, tungau ini bisa menularkan virus ketika musim kemarau berlangsung.

Untuk mengatasi tungau bercak dau bisa dilakukan dengan cara berikut ini.

1. Cara Hayati, yakn i dengan menyebarkan musuh alami tungau bercak dua di sekitar lahan penanaman, seperti jamur entomophthora fresenii, thrips scolotthrips sexmaculatus, dan tungau phytopseiulus persimilis.

2. Kultur Teknis, yakni dengan melakukan penyiangan gulma secara rutin, Contoh menanam varietas tomat tahan hama tungau, dan tidak melakukan budidaya tomat ketika musim hujan berlangsung.

3. Cara Kimiawi, yakni dengan menyemprotkan menggunakan pestisida jenis Akarisida, misalnya seperti: Samite 135EC, juga dengan pengembusan tepung belerang.