Hama Ulat Tanah

Ulat Tanah atau Agrotis Ipsilon Hufn, Merupakan hama yang senang menyerang seyuran muda, termasuk tomat. Inand utama ulat tanah adalah kubis, tomat, kentang, jagung, tembakau, dan kacang-kacangan. Ulat ini menyerang ketika berbentuk ngengat. Ngengat ulat tanah berwarna coklat tua dengan beberapa titik-titik putih bergaris dan di bagian depanya berwarna abu-abu atau pucat. Panjang tubuh sekitar 2,2 cm dan panjang sayap sekitar 40-50 mm. Lama hidup 7-14 hari. Ngengat muda mampu menghasilkan 500-2500 butir telur.

Ulat Tanah menyerang tanaman tomat yang berumur 2-5 minggu setelah tanam. Seranganya ditandai dengan terpotongnya tanaman pada pangkal batang dan munculnya lubang yang tidak beraturan pada daun-daun muda, sehingga tanaman bisa mati muda.

Hama Ulat Tanah
Ulat Tanah aktif pada malam hari, sementara pada siang hari bersembunyi di dalam tanah di sekitar tanaman muda dan bongkahan-bongkahan tanah kering. Karena itu, ulat tanah biasanya menyerang tanaman tomat pada pukul 17.00. serangan puncaknya terjadi pada musim kemarau.

Ulat tanah bisa diatasi dengan cara sebagai berikut :

1. Cara mekanis, yakni dengan mengumpulkan dan memusnahkan ulat tanah yang ada pada malam hari ketika ulat tanah mulai aktif. Selain itu, memelihara kebersihan areal budi daya dari sisa-sisa tanaman, seperti kacang-kacangan, pisang, cabai, kentang, labu-labuan, dan tebu. Bisa juga menggunakan umpan beracun yang terbuat dari 10 kg dedak, 1 kg gula merah, campur dengan 100ml Diazinon 60EC.

2. Cara Hayati. Yakni dengan memanfaatkan musuh alami ulat tanah, baik jenis parasitoit, patogen, maupun predator. Jenis parasetoit berupa apanteles ruficrus, goniophana heterocera, cuphocera varia, dan tritaxys barueri. Lalu, jenis petogen berupa botrytis sp., jamur metarhizium spp., dan nematoda steinernema sp. Sementara itu, predator dari famili carabidae.

3. Cara Kimiawi, yakni dengan melakukan kocoran menggunakan pestisida jenis Insektisida seperti: Dursban 200EC, Furadan 3G, atau Rugby 10G dengan dosis disesuaikan dengan label.