Karakteristik Jenis Vanili Planifolia

Terdapat lebih dari 50 jenis vanili. Jenis-jenis vanili tersebut dapat dibedakan antara yang satu dengan lainnya baik dari karakter morphologi maupun karakter lainnya.

Jenis V. planifolia mempunyai karakter sebagai berikut: 

Batang: 

Batang memanjat berbentuk sulur, panjangnya dapat mencapai 100 m, bentuk silindris, bersifat sukulen dan apabila dipotong batangnya berlendir mengandung Ca-Oxalat yang menyebabkan terasa gatal apabila mengenai kulit. Batang berbuku-buku, pada buku tumbuh daun, bagian buku pada batang agak membengkok, panjang ruas 8-12 cm dan diameter 6-12 mm. Batang muda berwarna hijau muda, sedangkan batang yang sudah tua berwarna hijau tua. Permukaan batang licin. Apabila telah mencapai masa generatif, batang kadang-kadang bercabang. Batang yang kurang ternaungi akan lebih tipis/ramping dan berwarna kekuning-kuningan.

Vanili Planifolia
Daun; 

Letak daun vanili berselang-seling, tumbuh pada buku dengan tangkai daun yang pendek. Daun tebal berdaging, mudah dipatahkan, daging daun berlendir seperti yang terdapat pada batangnya. Daun tua berwarna hijau tua, sedangkan daun muda yang masih menggulung berwarna pucat kekuningan. Daun berbentuk memanjang jorong (oblong ellipticus) atau bangun lanset (lanceolatus) dengan panjang 12-17 cm, lebar 4-5 cm dan tebal 1,4-2 mm. Ujung daun runcing atau meruncing dengan pangkal daun membulat dan tepi daun rata. Permukaan daun licin mengkilap, berwarna gelap dibandingkan bagian bawah daun yang licin dan kusam.

Bunga: 

Bunga vanili biseksual (hemaprodit), tetapi berbeda dengan tanaman hemaprodit lainnya karena mempunyai keistimewaan yaitu mempunyai putik (ginesium) yang bersatu dengan benangsari (stamen). Putik dan benangsari ini merupakan satu organ yang berbentuk tiang yang disebut ginostemium atau column. Pollinia ditutup oleh katup yang disebut cup sehingga vanili harus menyerbuki dengan bantuan manusia atau serangga penyerbuk karena putik dan benangsari terhalangi oleh cup tersebut Bunga vanili keluar dari ketiak daun dan merupakan bunga majemuk tak terbatas (Inflorescentia racemosa). 

Bunga mekar hanya dalam satu hari, dan terbukanya bunga biasanya hanya satu persatu, dan kadang-kadang 2-3 bunga terbuka bersamaan dalam satu tandan/malai. Tanaman yang sehat dapat mempunyai 20 malai dengan panjang tangkai bunga 10 cm. Setiap tandan terdapat 15-20 bunga, berbentuk memanjang (oblong) berwarna hijau pucat. Bibir mahkota bunga yang berbentuk terompet lebih pendek, berwarna hijau pucat, dan bagian dalam bunga berwarna kuning. Panjang seludang (bractea) 4-15 mm dan lebarnya ± 7 mm, kepala putik (stigma) yang sudah masak sangat lengket sehingga memudahkan melekatnya tepung sari.

Vanili berbunga setahun sekali, umumnya pada bulan September-November. Pembungaan vanili sangat tergantung pada iklim. Bunga akan muncul setelah mengalami stress pada musim kemarau, sehingga pada daerah yang curah hujannya merata sepanjang tahu tanpa ada bulan kering yang tegas, biasanya vanili tidak berbunga.