Pencegahan dan Penanggulangan Bakteri Brucello Abortus Pada Ternak Sapi

Salah satu unsur penting di dalam beternak sapi potong yang tidak boleh diabaikan adalah penjagaan, perawatan dan pencegahan penyakit. Untuk menghindari timbulnya suatu penyakit maka perlu mengetahui sebab-sebab timbulnya penyakit, tanda atau gejala umum ternak yang sakit serta cara-cara penjagaan atau pencegahan penyakit.

Pertama mengetahui sebab timbulnya penyakit. 

Timbulnya suatu penyakit pada ternak sapi disebabkan oleh gangguan metabolisme, gangguan hormonal, karena suah berumur tua. Penyakit tersebut datang dari tubuh sapi itu sendiri. Penyakit juga dapat datang dari luar tubuh sapi. Hal ini disebabkan karena kekurangan zat makanan, luka tergores benda tajam seperti tombak, parang, dan lain-lain. Dapat pula dikarenakan parasiter misalnya gangguan bakteri, virus dan lain-lain, serta penyakit yang disebabkan bahan kimia misalnya ternak makan dun-dunan yang tersemprot pestisida atau pembunuh serangga lainnya. 

Kedua penting untuk mengetahui tanda-tanda umum ternak yang sakit.

 Tanda-tanda ternak yangs akit misalnya adanya kelainana bentuk, keadaan atau ukuran anggota badan. Misalnya mata merah, pucat, bulu kusut serta kusam; tiba-tiba sapi kelihatan pincang, lumpuh, kejang; adanya gangguan pencernaan, misalnya mencret, perut kembung, tidak mau makan; adanya tanda-tanda lian, misalnya lesu, nafsu makan kurang, suhu badan tinggi, pernafasan cepat, sering mengerang kesakitan dan sebagainya.

Penanggulangan Gangguan

Dalam kaitan dengan Penanggulangan Gangguan Reproduksi Pada Sapi Potong beberapa hal penting tentang Penanggulangan Gangguan Reproduksi Pada Sapi Potong.

Cara-cara pencegahan penyakit antara lain menjaga kebersihan kandang, ternak sapi, tempat makan dan minum serta segala sesuatu yang berhubungan dengan ternak sapi; usahakan kandang selalu dalam keadaan bersih dan kering. Karena penyakit juga dapat berasal dari makanan maka makanan sapi perlu disimpan di tempat yang kering bersih dan kering. 

Bila ingin memasukkan sapi baru ke dalam kandang haruslah sapi yangsehat dan bebas dari penyakit dan parasit. Lalu hindari kontaklangsung antara ternak sehat dan ternak sakit. Segera pisahkan bila diketyahui ada sapi yang sakit, dan dikumpulkan kembali apabila sapi tersebut telah sembuh. Pengadaan program vaksinasi secara teratur dan periksakan kesehatan secara teratur ke dokter hewan, manteri hewan atau dinas peternakan setempat. Penyakit pada ternak terdiri dari dua golongan yaitu penyakit menular dan penyakit tidak menular. Penyakit menular bisa disebabkan karena kontak langsung antara ternak dan ternak yang sakit. Penyakit dapat juga diturunkan dari pejantan atau sapi bibit. 

Oleh karena itu, kita harus memilih bibit yang mempunyai surat keterangan baik dari dinas peternakan maupun juga dari asosiasi Breeder sejenis atau badan-badan pemerintah/swasta yang berwenang. Sapi bibit harus sehat dan bebas dari segala cacat fisik seperti : cacat mata (kebutaan),tanduk patah, pincang, lumpuh, kaki dan kuku abnormal serta tidak terdapat kelainan tulang punggung atau cacat tubuh lainnya. Penyakit yang berpengaruh terhadap reproduksi adalah penyakit Brucelosis. Penyebab : Bakteri Brucella abortus Bang, dengan gejala ternak yang menderita tidak menunjukan suatu gejala yang mencolok, nafsu makan tetap baik dan tidak ada perubahan klinis yang bias diamati, tetapi pada ternak jantan yang menderita penyakit tersebut akan lebih mudah terlihat gejala pembengkakan pada scrotum dan nafsu makan turun dan demam. Sedangkan gejala yang tampak pada hewan betina adalah keguguran, anak yang gugur biasanya mati atau hidup lemah dan ambing serta kemaluan radang membengkak. Penyebaran terjadi karena kontak langsung saat melakukan perkawinan dan lewat luka dan makanan.

Pencegahan

Bakteri Brucello Abortus, adalah bakteri yang menyebabkan rusaknya alat reproduksi yaitu radang pada dinding rahim (uterus), calon anak, ambing dan lain-lain. Sehingga calon anak yang dikandung menjadi kurus dan tidak sehat akhirnya keluar sebelum waktunya (abortus). Pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksinasi pada anak sapi yang berusia 4 dan 8 bulan. Perlu dilakukan pengujian tes di laboratorium kesehatan hewan secra teratur satu kali tiap tahun. ternak yang porsitif dianjurkan unutk disingkirkan/dipotong karena tidak ekonomis unutk dikembangkan, pencegahan lain dilakukan dengan vaksinasi sesuai kebijakan Dinas Peternakan setempat. Pengobatan unutk penyakit ini belum berhasil oleh karena itu hanya dilakukan cara pencegahan dengan jalan kandang dan lantai kandang harus selalu bersih, didesinfektan. Makanan harus cukup baik jumlah maupun mutu.

Sumber: Direktorat Kesehatan Hewan, Ditjen Peternakan Departemen Pertanian, 2009