Pengendalian Penyakit Pada Itik Serati

Salah satu tantangan atau kendala bagi para peternak Itik adalah mengatasi serangan penyakit pada itik. Dalam beternak, bila terjadi penyakit yang menimbulkan kematian sampai melebihi dari yang seharusnya, ini menandakan ada kesalahan dalam tata laksana atau ada keteledoran peternak, karena penyakit yang menimbulkan kematian yang tinggi itu, tidak akan muncul bila peternakan dikelola dengan baik dan memeuhi syarat. Penyakit yang biasanya menyerang pada itik, biasanya disebabkan oleh beberapa penyebab, yaitu : 
  • Virus; 
  • Bakteri; 
  • Kekurangan unsur gizi; dan 
  • Penyakit karena parasit, cacing, protozoa dan kutu. 
Peternak yang baik adalah berupaya melakukan pencegahan dini terhadap serangan penyakit sehingga tidak menimbulkan kematian pada itik dan kerugian besar biaya produksi dapat dihindari. Itik serati relatif tahan terhadap penyakit, karena daya adaptasinya lebih baik terhadap perubahan lingkungan. Baca Juga Peluang Usaha Budidaya Itik  dan Peluang Usaha Bidang Pembibitan Itik

Penyakit timbul sebagai akibat tidak berfungsinya faktor utama dengan baik, yaitu : sanitasi, biosecurity, manajemen serta perubahan lingkungan terutama cuaca dan suhu. Penyakit utama itik pedaging hampir sama dengan jenis unggas lainnya, yaitu : sallmonellosis yang disebabkan bakteri Salmonella typhimurium dan S. entritidis; botulismus yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum; fowl cholera, fowl pox, avian infkenza, avian chlamydiasis, coccidiosis dll. Pencegahan penyakit itik pedaging melalui peningkatan sanitasi kandang, vaksinasi, dan meningkatkan kualitas pakan. Sedangkan yang sudah terserang dapat diberikan antibiotik seperti Sulfadimidin, Furasolidine, Tetramysin, Spreptomycin, Oxytetrasiklin dll. Berikut ini beberapa penyakit yang bisa menyerang itik dan cara penanggulangannya:

a. Penyakit Botulism 

Penyebabnya adalah racun yang dihasilkan oleh kuman Clostridium botulinum, yang sering ditemukan pada bangkai hewan dan tanaman busuk. Itik yang digembalakan sering memakannya Tanda penyakit adalah itik lesu, lemah, lumpuh, pada leher kaki dan sayap, nampak mengantuk, kadang-kadang tidak dapat berdiri tegak dan kalau berjalan sempoyongan, bulu mudah rontik. Pencegahan dengan menjaga kebersihan makanan dan hindari makanan basi/sudah membusuk dan tercemar, makanan harus bersih dan baru atau kalau hijauan yang masih segar. Pengobatan dapat dicoba dengan obat laxanitia.pencahar (garam)

Gejala yang tampak pada itik yang terserang botulism adalah terjadi kematian secara mendadak sesuai dengan jumlah toksin yang sudah termakan dan terjadi secara cepat, sedangkan bila jumlah toksin tidak terlalu banyak, gejala akan muncul 1-2 hari yang ditandai dengan kelumpuhan terutama pada bagian leher.

Tanda-tanda botulism pada itik adalah terjadi kelumpuhan pada seluruh anggota tubuh dan yang sangat jelas terlihat atau menciri adalah adanya kelumpuhan pada daerah leher, sehingga itik tidak dapat menegakkan kepala. Penyakit ini berlangsung secara cepat atau akut sehingga sulit untuk dilakukan pengobatan.Pertolongan pertama yang memungkinkan pada kasus yang belum parah dapat diberikan minum air kelapa hijau sebagai penagkal racun ditambah antibiotika untuk menghindari terjadinya infeksi sekunder. Bila memungkinkan itik yang sakit dapat diberikan obat-obatan pencahar agar bakteri beserta racunnya dapat keluar dari saluran pencernaan. Pengobatan secara tradisional yang dapat membantu adalah dengan memberikan minyak kelapa satu sendok makan dan air minum yang bersih dengan harapan itik menjadi haus dan minum air yang banyak sehingga racun dapat keluar dari tubuh

Pencegahan dapat dilakukan antara lain: jika terdapat itik atau entok yang mati harus dikubur jangan dibuang ke sungai, karena dapat menjadi sumber bakteri C.botulinum dan penyakit lainnya. Kebersihan kandang dan peralatan pakan dan minum perlu diperhatikan dan penyemprotan dengan desinfektan secara rutin merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.

b. Penyakit Duck Cholera

Pada bentuk kolera ringan, angka kematian biasanya lebih rendah. Itik menderita kesukaran bernafas dan memperlihatkan gerakan yang tidak terkontrol. Pialnya membengkak dan panas serta berubah warnanya dari merah terang ke merah padam. Kadang- kadang mata berair dan korot. Dari lubang hidung keluar eksudat (semacam lendir) seperti gelatin sehingga itik menyentak-nyentakkan kepalanya agar eksudat dapat keluar. Itik yang terserang kolera ringan bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi dapat bertindak sebagai pembawa kolera. Penyebab: bakteri Pasteurela avicida. Faktor yang memudahkan berjangkitnya penyakit kolera adalah kesehatan leingkungan kandang yang buruk atau bisa juga karena kedinginan yang berlebihan. Biasanya penyakit kolera terjadi setelah pemasukan ternak itik carrier ke kandang baru atau jika itik diberi sisa-sisa pemotongan ternak unggas yang tidak dimasak. 

Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat. 

c. Penyakit Salmonellosis 

Itik yang terserang Salmonela biasanya ditandai dengan kotoran cair berwarna putih, lengket seperti pasta dan banyak menempel pada dubur. Nafasnya cepat terengah-enga seperti menelan udara dan itik dapat mati dalam kurun waktu 24-48 jam. Penyebab: bakteri Salmonella typhimurium, Salmonella anatis atau salmonella enterditis. Bakteri ini juga bisa menimbulkan penyakait pada manusia. Penularan penyakit bisa melalui mulut (per os). Bakteri bisa menyebar melalui sisa-sisa makanan, bak makanan, bekas telapak kaki orang atau termakan tidak sengaja. Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

Sumber : Balai Penelitian Ternak, Badan Litbang Pertanian, Ir. Supriyadi MM Panduan Lengkap Itik, Ir. Sandhy Sakti Windhayarti: Beternak Itik Tanpa Air.