Perbanyakan Tanaman Gambir (Uncaria Gambir Hunt)

Dibeberapa lokasi sentra produksi gambir secara morfologis ditemukan 3 tipe gambir, yaitu tipe udang,cubadak, dan riau. Perbedaan morfologisnya terlihat dari ukuran daun, panjang, petiola, warna pucuk, warna daun, warna cabang dan ranting, dan rendemen hasil. Ada kecenderungan produktivitas getah dan rendeman tipe udang lebih baik dari pada tipe lainnya, walaupun hal ini masih memerlukan penelitian lebih jauh. Budidaya gambir pada umunya dilakukan di daerah dataran rendah dengan ketinggian 0 - 2000 m di atas permukaan laut. Wlaupun demikian, tanaman gambir dapat dibudidayakan pada lahan dengan ketinggian 200 - 800 m di atas permukaan laut, mulai dari toporafi agak datar sampai lereng bukit.

Perbanyakan

Perbanyakan tanaman gambir dapat dilakukan dengan cara vegetatif atau generatif. 

Perbanyakan secara vegetatif dapat dilakukan melalui stek, perundukan, dan kultur jaringan, tetapi cara perundukan dan kultur jaringan tidak biasa dilakukan petani tetapi biasanya hanya dilakukan untuk kepentingan penelitian dan pengkajian. Perbanyakan dengan stek dilakukan dengan cara memotong dahan yang berukuran besar dan memiliki dua buah cabang atau lebih. Potongan dahan dengan panjang sekitar 50 cm kemudian lansung ditanam pada hari yang sama atau direndam dalam air sebelum ditanam pada hari berikutnya. Cara vegetatif sebaiknya dilakukan pada musim hujan. 

Perbanyakan secara generatif, yaitu perbanyakan dengan menggunakan biji gambir. Biji gambir yang digunakan diambil dari buah gambir yang sudah matang pada tanaman gambir budidaya yang belum pernah dipanen. Cara pembibitan gambir dari biji buah sebagai berikut:


1. Penyiapan lahan/tanah untuk persemaian benih

Bisanya petani mengunakan lahan di tebing pematang sawah untuk persemaian benih. Pematang sawah dibersihkan dari rumput dan tumbuh-tumbuhan lainnya kemudian tanah dibasahi dengan air hingga menjadi liat dan licin atau menjadi bencah (lumpur) agar biji gambir dapat menempel. Kelembapan tanah dipertahankan, namun tidak sampai terendam air atau terkena lansung air hujan karena dapat menyebabkan bibit gambir tidak akan tumbuh.

2. Penebaran biji

Biji gambir diperoleh dari buah gambir matang yang telah dikeringkan terlebih dahulu. Biji gambir berbentuk serbuk, sangat halus, dan memiliki bobot yang ringan, kemudian ditebarkan di lahan persemaian dengan cara meniupkan biji gambir ke tanah penyemaian.

3. Pembuatan atap penaung

Atap penaung yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau jerami digunakan untuk melindungi benih gambir dari panas terik mata hari, air hujan, dan gangguan lainnya.

4. Pemindahan benih siap panen

Tunas dari biji gambir yang berusia dua sampai tiga minggu, langsung ditaman di lahan kebuh atau dipindahkan ke dalam wadah polybag hingga berumur delapan bulan.

Persiapan lahan

Lahan untuk tanaman gambir memerlukan pengolahan tanah yang baik, diawali dengan pembersihan lahan dari semak belukar dan gulma, kemudian dilakukan pengajiran dan pembuatan lubang tanaman berukuran 40 x 40 x 40 cm atau minimal 30 x 30 x 30 cm dengan jarak 2 x 2 m (2.500 tanaman/ha) atau dibuat lubang tanam dengan cara di-tugal saja dengan jarak tanam ber-variasi antara 2 x 2 m, 2 x 3 m atau 2,5 x 2,5 m. Untuk mendapatkan produksi yang maksimal, jarak tanam gambir bervariasi antara l,5 x l,5 sampai dengan 3,5 x 3,5 m tergantung pada kemiringan lahan yang digunakan untuk penanaman. Jarak tanam yang terlalu rapat mngakibatkan terjadinya persaingan antara tanaman relatif tinggi, sehingga pertumbuhan dan produksi tidak optimal. 

Demikian pula bila terjadi sebaliknya, jarak tanaman yang terlalu longgar menyebabkan terjadinya bahaya longsor, penggunaan lahan yang tidak efisien dan berpeluangnya pertumbuhan gulma yang menjadi kompetisi tanaman dalam memanfaatkan hara, air, cahaya dan tempat tumbuh. Untuk ukuran lubang disarankan Hasan (2004) menggunakan ukuran 30 x 30 x 30 cm atau 40 x 40 x 40 cm akan memberikan pertumbuhan yang baik bagi tanaman gambir. Sedangkan Daswir dan Kesuma (l993) melaporkan bahwa pertumbuhan bibit yang baik di lapangan diperoleh dari ukuran lubang l0 x l5 x 30 cm.

Khususnya pada lahan miring perlu dibuat sengked (sesuai kontur) dan lubang tanaman berbaris sesuai kontur.

Pemeliharaan 

Pemeliharaan tanaman gambir meliputi penyiangan naungan disaat baru tanam sampai dengan umur 1,5-2 tahun, kemudian pemupukan dan pengendalian hama penyakit. Pemupukan gambir merupakan salah satu cara untuk mendapatkan produksi yang optimal mengingat kandungan hara di dalam tanah terbatas dan cenderung menurun akibat diserap tanaman terus menerus. 

Apalagi pertanaman gambir rakyat biasanya diusahakan di daerah yang miskin hara atau lahan marginal dengan topografi miring dan bergelombang yang rentan dengan erosi sehingga diperlukan penambahan unsur hara dari luar dalam bentuk pupuk. Dari hasil penelitian pemupukan tanaman gambir di Siguntur, pada tanaman umur 2 tahun menggunakan NPK l5.l5.l5 sebanyak 200 kg/ha dapat meningkatkan produksi panen daun dan ranting basah sebesar 77,67 % per rumpun, sedangkan di Kebun Percobaan Laing Solok dengan ukuran yang sama dapat meningkatkan produksi daun dan ranting basah sebesar 6l,59 %.