Potensi Pengembangan Produk Dari Tepung Kelapa

Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil, dan berbagai mineral. Struktur tempurung yang keras disebabkan oleh kadar silikat (SiO2) yang cukup tinggi. Bobot dan tebalnya sangat ditentukan oleh jenis tanaman kelapa. Kelapa dalam memiliki tempurung yang lebih berat dan tebal daripada kepala hibrida dan genjah. Bobot tempurung sekitar 15-19% bobot buah kelapa dengan ketebalan 3-5 mm. 

Kandungan lignin, selulosa, dan pentose pada tempurung kelapa dalam lebih tinggi dibandingkan kelapa genjah dan hibrida, sedangkan kadar abu kelapa genjah dan hibrida lebih tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan kelapa dalam memiliki mutu yang lebih baik sebagai bahan baku arang tempurung. Mutu tertinggi arang tempurung dicapai pada saat umur buah 13 bulan.

Tepung Kelapa
Saat ini, tempurung kelapa telah menjadi bahan baku industri yang cukup penting. Produk yang dihasilkan dari pengolahan tempurung adalah tepung dan arang tempurung, arang aktif, serta barang kerajinan. Tepung tempurung, terutama digunakan untuk bahan baku obat nyamuk, berbagai proses filtrasi dan penjernihan air, minyak, dan penggunaan lainnya.karbon aktif selain digunakan dalam industri farmasi, pertambangan, dan penjernihan, saat ini telah digunakan untuk penyaring untuk penyaring untuk menyerap polusi dan bau tidak sedap dalam ruangan. Arang aktif dari tempurung kelapa memiliki daya saing yang kuat karena mutunya tinggi dan tergolong sumber daya terbarukan.