Tanaman Buah Makasar

Buah makasar tumbuh liar di hutan, kadang-kadang ditanam sebagai tanaman pagar dapat tumbuh pada ketinggian 1-500 m diatas permukaan laut. Buah Makasar termasuk Ordo: sapindalus; Familia Simaroubaceae; Genus: Brucea; Spesies: B.Javanica. Nama lain buah makasar adalah: Brucea amarissima Desv, Brucea gracilis DC, Brucea sumatrana Roxb, Gonus amarissima Lour, Lussa amarissima O Ktze, Rhus javanica. Sedang nama daerahnya adalah: 
  1. Sumatera: dadih-dadih, tambar sipago, tambar bui, malur, sikalur, belur; 
  2. Jawa: kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawalot, walot; 
  3. Sulawesi: tambara marica; 
  4. Maluku: nagas. Nama lain dari buah makasar adalah B.gracilis DC; B. Sccnaatrana Roxb, 
Sedang nama daerah macam-macam yaitu : Sumatera: dadih-dadih, tambar sipago, tambar sipogu, tambar bui, malur, sikalur, belur; nama Jawa: kendung peucang, ki padesa, kuwalot, trawa!ot; nama Sunda: walot; nama Sulawesi: tambara marica (Makasar); nama Maluku: nagas (Ambon); nama dari Cina: Ya dan zi. Buah makasar tumbuh tersebar dari Sri Lanka, India, Cina Selatan, Taiwan, Thailand, Australia Utara,
Tanaman Buah Makasar
Morphologi tanaman Buah Makasar

Batang, Perdu tegak, menahun, tinggi 1-2,5 m, berambut halus warna kuning. Tumbuhan ini bisa juga disebut pohon kecil mengingat tumbuhan ini dapat mencapai 10 m tingginya. 

Daun, berupa daun majemuk menyirip ganjil, jumlah anak daun 5-13, bertangkai, letak berhadapan. Helaian anak daun berbentuk lanset memanjang, ujung meruncing, pangkal berbentuk baji, tepi bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, permukaan bawah berwarna hijau muda, panjang 5-10 cm, lebar 2-4 cm. Daunnya tunggal, dengan pertulangan daun menyirip, jumlah anak daunnya 5-13, letaknya berhadapan, dan tersusun spiral. Helaian daunnnya berbentuk bulat telur lonjong hingga lanset memanjang, ujungnya runcing, pangkalnya berbentuk baji, tepinya bergerigi kasar, permukaan atas berwarna hijau, sedangkan permukaan bawahnya berwarna hijau muda. Panjangnya 5-10 cm, dan lebarnya 2-4 cm. Tulang daun sekondeng tidak bercabang dan berakhir di kelenjar daun. 

Bunga, majemuk berkumpul dalam rangkaian berupa malai padat yang keluar dari ketiak daun, warna ungu kehijauan. Perbungaannya muncul dari ketiak daun, berbulu, menggarpu kecil. Adapun, tumbuhan ini berkelamin dua, dan terletak dalam malai yang padat, dengan warna ungu.

Buah, batu berbentuk bulat telur, panjang sekitar 8 mm, jika sudah masak berwarna hitam. Bijinya bulat, berwarna putih. Di Indonesia, buahnya disebut biji makasar. Buah makasar dapat diperbanyak dengan biji. Buahnya termasuk buah batu berbentuk bulat telur, dengan panjang 8 mm. Jika sudah masak, berwarna hitam, dan bijinya bulat, dan berwarna putih.

Kandungan kimia dan manfaat 

Buah makasar mengandung: 
  • alkaloid: brucamarine, yatanine;
  • glukoside: brucealin, yatanoside; 
  • Phenol: brucenol, bruceolic acid. 
Biji buah makasar mengandung brusatol, bruceine A, B, C, E, F, G, H. Daging buahnya mengandung minyak lemak, oleic acid, linoleic acid, stearic acid, palmitoleic acid. 

Buah makasar dapat dimanfaatkan untuk membersihkan racun, menghentikan perdarahan (hemostatis), membunuh parasit (parasiticic), anti disentri, dan anti malaria. Daun makasar dapat dimanfaatkan untuk membersihkan racun dan mematikan parasit (parasiticidal). Sari buah makasar memiliki khasiat sebagai antelmintik terhadap cacing gelang ayam (cacing Ascaridia galli. Pada takaran 20 ml air rebusan 10% b/v, 150 mg ekstrak etanol, dan 150 mg fraksi sisa, masing-masing dilarutkan dengan glukosa salin 5% menjadi 100 ml memberikan daya antelmintik yang tidak berbeda nyata dengan 32 mg piperasin sitrat yang dilarutkan dengan glukosa saline 5% menjadi 100 ml.

Cara penggunaan sebagai obat

Cara penggunaan buah makasar sebagai obat sebagai berikut:

1. Disentri amuba: 10-15 biji digiling halus, dimasukkan kedalam kapsul, untuk sekali minum. Sehari 3 kali, selama 7-10 hari;

2. Disentri, air kemih dan tinja berdarah karena panas: 25 biji (maksimal 50 biji) digiling halus lalu dimasukkan kedalam kapsul, diminum dengan air gula putih 

3. Malaria: 10 biji dimasukkan kedalam buah longan, minum. Sehari 3 kali, setelah hari ketiga takaran dikurangi setengah selama 5 hari

4. Malaria: 15-20 gram akar digodok, minum

5. Wasir: 7 biji dilapisi buah longan, telan

6. Keputihan karena trichomonas: 20 biji digodok dengan 400 cc air bersih didalam pot tanah, sampai tersisa 100 cc, untuk cuci kemaluan (disemprotkan dengan alat) setiap kali 20-40 cc.

7. Buah makasar dapat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus