Tips Menjaga Kesehatan Pedet

Pedet lahir dengan pertahanan atau imunitas dari serangan penyakit yang minim. Namun secara perlahan pedet akan mampu bertahan dari serangan penyakit setelah mengkonsumsi kolostrum berkualitas tinggi, yang merupakan susu pertama dari induknya. Pedet yang tidak mendapatkan kolostrum berkualitas sejak awal lahir akan mudah terserang penyakit. Ternak sapi Peranakan Frisien Holstein (PFH) setidaknya mengkonsumsi 1 - 1,5 liter kolostrum dalam kurun waktu satu jam setelah lahir dan jumlah yang sama dalam kurun waktu 12 jam sesudahnya atau pada pemberian berikutnya (pedet yang mengkonsumsi kolostrum sebanyak 1,5 liter tidak menyebabkan diare pada ternak PFH). Jumlah antibodi akan menurun seiring dengan kondisi kolostrum setelah beranak. 

Dalam kurun waktu enam jam setelah lahor, kemampuan retikulum untuk menyerap antibodi akan berkurang 1/3-nya. Setalah 24 jam, retikulum hanya mampu menyerap 11% dari potensi awal saat baru saja lahir. Selain itu, pada masa tersebut pencernaan oleh enzym akan merusak dan mencerna seluruh antibodi. Kadang kala, ada peternak yang membiarkan pedet mengkonsumsi langsung dari induknya. Penelitian menunjukkan pedet yang langsung menghisap puting induknya tidak mampu mengkonsumsi kolostrum yang tepat pada jam pertama kehidupannya dan tidak mampu mendapatkan kemampuan imun dari serangan penyakit. Pemberian kolostrum dengan menggunakan tangan/kolostrum diperah dari induknya, merupakan cara yang dianjurkan karena peternak mampu mengetahui jumlah kolostrum yang dikonsumsim pedetnya. Kolostrum berada dalam jumlah sedikit dan kental. Kualitas kolostrum dapat diukur dengan alat yang bernama COLOSTROMETER . 

Tips Menjaga Kesehatan Pedet
Kualitas kolostrum terbaik memiliki kandungan immunoglobulin sebesar 50mg/ml. Sebelum diperah, puting induk sebaiknya dibersihkan, karena pedet tidak dianjurkan mengkonsumsi kolostrum yang encer, mengandung darah dan terkena mastitis atau induk terkena serangan penyakit. Pedet yang tidak mendapatkan kolostrum ideal, dapat mengkonsumsi susu melalui jalur masuk melalui tenggorokan. Kolostrum yang baik, dapat disimpan pada freezer dan mampu bertahan sampai satu tahun, untuk mengantisipasi pedet yang lahir dengan kondisi induk yang terkena mastitis atau tidak keluar air susunya. 

Kolostrum dari ternak sapi perah dapat dikonsumsi oleh pedet ternak sapi potong. Kolostrum dapat dicairkan dengan menggunakan air hangat atau dalam microwave pada power yang minimum dalam jangka waktu yang singkat. Setelah pedet berumur tiga hari, selanjutnya pedet akan mengkonsumsi susu transisi yang berasal dari induknya atau induk yang lain, dengan catatan, air susu berada pada konsisi sehat.
Penanganan Penyakit pada Pedet. Beberapa penyakit yang sering menyerang pedet adalah radang usus yang menyebabkan diare dan radang paru-paru. 
radang usus yang menyebabkan diare disebabkan oleh E. coli (putih scours),Salmonella, Rotavirus, Cryptosporidia. Gejala-gejala yang terlihat adalah diare,bulu kering, pedet terlihat lesu, beberapa kasus menyebabkan pedet mati dalam keadaan cepat.
Diare disebabkan karena perubahan fungsi usus, karena serangan mikroorganisme yang menyebabkan usus berhenti mencerna, yang meningkatkan jumlah feses dan cairan ada ternak yang mati.
Pedet yang diberi pakan susu biasanya hanya mengeluarkan sedikit kotoran. Jika usus terkena masalah bakteri/mikroorganisme, maka jumlah kotoran akan meningkat secara signifikan. Misalnya, dapat menyebabkan 20 kali diatas normal. Cairan ini akan bercampur dengan garam dan bahan pakan lain sehingga pedet akan kehilanga lebih banyak dari apa yang dia makan. Hilangnya air dan garam akan menyebabkan dehidrasi. Hal inilah yang sangat mendadak dan dapat menyebabkan kematian. Dengan kata lain, kuman yang memulai menyerang alt cerna, biasanya tidak langsung penyebab kematian. Dehidrasi dan kehilangan garam sebenarnya adalah penyebab kematian.
E. coli atau berak putih. Mikroorganisme ini akan memproduksi racun yang membuat cairan berada dalam jumlah lebih banyak dari biasanya. Hal ini menyebabkan kejadian seperti diatas. Pada bedah mayat, yang sapi yang mati dari E. coli tidak menunjukkan tanda-tanda mempunyai infeksi.
Salmonella. Ini menyebabkan menjadi kotoran berwarna merah karena invasi pada dinding usus yang masuk ke jaringan, sehingga air dan makanan tidak dapat diserap. Salmonella yang menyerang akan menyebabkan keracunan darah dan kematian.
Rotavirus dan Cryptosporidia. Biasanya bila pedet mengkonsumsi air susu yang masam. Mikroorganisme yang biasanya ada di usus akan meningkatpesat dalam susu asam ini, menghasilkan racun, sehingga usus bekerja lebih cepat dan menyebabkan diare. Air dalam makanan juga akan hilang.
Pencegahan diare .Menyediakan colostrum yang cukup dalam beberapa jam pertama setelah lahir. Beberapa jam pertama setelah lahir, pedet dapat menyerap antibodi dari colostrum untuk member imunitas dan mencegah infeksi. Diperlukan sekitar dua liter colostrum susu. Pada beberapa kasus Induk tidak memiliki cukup antibody dalam kolostrumnya untuk memberi perlindungan kepada pedet mereka. Colostrum yang dibekukan akan sangat berperan dalam kejadian ini. Sediakan lokasi yang teduh dari cuaca dingin untuk menghindari stress. Kejadian stress sangat penting untuk memungkinkan kejadian diare. 

Perawatan diare. Gunakan elektrolit dalam konsentrasi yang tepat, gunakan antibiotic bila diperlukan. Selanjutnya ganti semua susu dengan elektrolit, gunakan antibiotik jika perlu (saran pada dokter hewan), kemudian secara bertahap ganti elektrolit dengan susu selama beberapa hari. Jika kejadian diare masih berlanjut, pedet perlu diinfus dengan cairan intravena. Memaksakan makanan akan menyebabkan radang paru-paru, karena saat pedet sakit, mereka tidak dapat menelan sebagaimana mestinya. Pastikan anak sapi berada dalam keadaan hangat dan kering. Cuaca yang buruk akan melakukan hal-hal buruk.

Radang paru-paru Radang paru-paru adalah infeksi paru-paru dan telah menyebabkan banyak kematian. Pedet yang dapat bertahan radang paru-paru, memerlukan waktu lama untuk sembuh. Biasanya akan terjadi gangguan pertumbuhan dan produktifitas yang rendah saat telah mulai berproduksi. Penyakit radang paru-paru bisa menyebabkan kematian pada anak sapi umur 3-8 minggu. Pemeliharaan ternak yang tidak baik seperti penempatan hewan selamanya dalam kandang saja, tempat yang lembab dan berdebu, ventilasi udara yang tidak baik, berbagi umur dalam satu kandang, penempatan ternak terlalu banyak dalam satu kandang, dan pedet yang tidak mendapatkan banyak kolostrum merupakan faktor-faktor yang mendukung terjadinya radang paru-paru dalam suatu peternakan. Penyakit ini muncul karena adanya bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Gejala yang ditimbulkan apabila pedet terserang radang paru-paru adalah peset biasanya batuk-batuk, pernapasan cepat dan suhu badan naik hingga 39°C atau lebih, mata tidak bercahaya, nafsu makan hilang, bulu-bulu kasar dan kering, dan keluar cairan yang berbau dari lubang hidungnya

Pencegahan paling penting adalah penyediaan lokasi pemeliharaan dan sirkulasi yang baik. Stres yang disebabkan karena cuaca dingin, kondisi basah, dan pakan yang berlebihan dapat menyebabkan radang paru-paru.

Cacingan. Penyebabnya adalah Toxocara vitulorum yang merupakan cacing askarid. Stadium dewasanya banyak dijumpai pada anak sapi (pedet). Obat cacing, umumnya hanya berkhasiat terhadap stadium dewasa, kurang berkhasiat untuk stadium larva dan telur. Salah satu jenis parasit usus yang sering dilaporkan menyerang pedet muda adalah toxocariasis. Parasit cacing ini menimbulkan kerugian yang cukup besar, bahkan dapat mengakibatkan kematian pada pedet. Toxocariasis merupakan penyakit yang banyak ditemukan di negara tropik dengan kelembaban tinggi.