Waykanan Akan Tingkatkan Produksi Tanaman Pangan

Pemerintah Kabupaten Waykanan, Lampung, berupaya meningkatkan produksi tanaman pangan masyarakat mengingat kebutuhan pangan di daerah itu juga semakin meningkat.

"Pemerintah Kabupaten Waykanan setiap tahun tidak henti-hentinya berupaya meningkatkan ketahanan pangan. Hal ini diwujudkan dalam berbagai bentuk pembangunan dan bantuan sarana dan prasarana produksi pertanian dan pembinaan di lapangan," ujar Bupati Waykanan Bustami Zainudin, di Blambangan Umpu Waykanan, Selasa.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut berupa pemberian subsidi benih padi, jagung, kedelai, kacang tanah, bantuan sarana pengendalian hama dan penyakit tanaman, alat produksi pertanian traktor tangan serta alat setelah panen, rehabilitasi Jaringan irigasi tingkat usaha tani (JITUT), embung, pembuatan jalan usaha tani (JUT)dan pembuatan embung.

Ia mengatakan, visi Kabupaten Waykanan 2010-2015 "Terwujudnya Masyarakat Waykanan yang Sejahtera, Demokratis, Berbudaya dan Religius". Terwujudnya masyarakat yang sejahtera berarti bahwa kebutuhan dasar masyarakat Kabupaten Waykanan bisa terpenuhi secara layak.

"Sektor pertanian merupakan salah satu prioritas utama pembangunan di Kabupaten Waykanan dan menduduki peranan yang paling strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Waykanan secara layak tersebut, karena hampir 80 persen penduduk Waykanan bermata pencaharian sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan," ujarnya.

Sektor-sektor tersebut didukung dengan potensi sumber daya alam di sektor pertanian sehingga sangat tepat jika masyarakat Waykanan harus bangga dengan 'Waykanan Bumi Petani'.

Ia menambahkan, dari sektor tersebut bidang tanaman pangan merupakan salah satu andalan dalam pelaksanaan pembanguan pertanian di Kabupaten Waykanan.

Persentase pertumbuhan ekonomi Kabupaten Waykanan dari tahun ke tahun terus menunjukkan peningkatan berkisar 3,51-4,66 persen dan bila ditinjau dari Produk Domestik Bruto Kabupaten Waykanan, sebagian besar disumbangkan oleh sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kehutanan atau sebesar 48,87 persen, ujar Bustami Zainudin.

Sumber : BeritaSatu.com