Kacangan Penutup Tanah (Leguminosa)

Kegunaan penutup tanah adalah untuk menekan perkembangan gulma sekaligus menghemat biaya penyiangan, mengurangi erosi permukaan, menambah bahan organik dan cadangan unsur hara, memperbaiki aerasi dan menjaga kelembaban tanah.

Jenis penutup tanah yang sifatnya memenuhi tujuan tersebut adalah jenis kacangan (leguminosa) menjalar. Selain kacangan, jenis penutup tanah yang lain adalah rumput lunak yang dibiarkan tumbuh walaupun fungsinya tidak sebaik kacangan.


Kacangan yang digunakan sebagai penutup tanah harus memenuhi syarat sebagai berikut:
  • Sifat perakaran tidak menggangu dan bukan merupakan saingan tanaman utama
  • Mudah diperbanyak baik vegetatif maupun generatif
  • Memberikan kandungan bahan organik yang tinggi baik dibawah sinar matahari atau terlindung
  • Tahan terhadap hama penyakit atau kekeringan serta bukan tanaman inang hama penyakit bagi tanaman utama
  • Mempunyai potensi menekan pertumbuhan gulma
Jenis kacangan yang memenuhi syarat tersebut diatas dan sering dipakai sebagai tanaman penutup tanah antara lain Peuraria Javanica (PJ), Centrosema Pubescens (CP), Calopogonium Mucunoides (CM), Psophocarpus Palustris (PP), Calopogonium Caeruleum (CC)

Kacangan tersebut biasanya dicampur dengan tingkat perbadingan yang bervariasi tergantung dengan keadaan lapangan seperti topografi maupun jenis tanah. Pada tahun pertama PJ lebih cepat berkembang dan mendominasi jenis kacangan lainya. Setelah keadaan terlindung, pertumbuhan PJ akan berkurang dan areal akan didominasi oleh CP atau CM dan CC karena jenis ini lebih baik dalam keadaann terlindung.

Beberapa komposisi campuran yang dianjurkan:
  • 1 Kg CC + 3 Kg PJ
  • 3 Kg PJ + 8 Kg CP
  • 12 Kg CP + 8 Kg PP
  • 1 Kg CC +8 Kg CP
  • CM : CP : CP = 2 : 1 : 2
  • CM : CP : CP = 2 :3 : 2
Campuran PJ, CM dan CP sebaiknya ditanam pada tanah rata dan tidak ditempat yang selalu tergenang. Sedangkan PP baik ditanam pada daerah rendahan dan lembab. Komposisi campuran juga ditentukan oleh sifat tanah. Pada tanah liat berat dimana perkembangan akar lebih lambat, campuran lebih baik disesuaikan dengan memperbanyak PJ atau CP dan penanamannya lebih rapat.