Penanaman Penutup Tanah (Leguminosa)

Persiapan yang sangat perlu dilakukan adalah membersihkan areal dari segala gulma yang bisa dilakukan dengan cara mekanis (alat berat) dan secara chemis. Untuk mengurangi persaingan dengan gulma dan menekan biaya penyiangan maka penanaman sebaiknya dilakukan segera mungkin setelah areal dipersiapkan

Penanaman Biji. Biji kacangan dapat ditanam di dalam larikan atau lobang. Dalam satu gawangan dibuat 3 sampai 5 jalur penanaman (barisan penanaman kacangan). Penanaman di dalam larikan yaitu dengan mencangkul ringan sedalam mata cangkul (5-10 cm) searah barisan tanaman kelapa sawit, biji ditabur di dalam larikan kemudian ditimbun. Bisa juga dengan cara penanaman dengan sistim tunggal yaitu dengan membuat lubang tunggal disepanjang jalur penanaman sedalam 2-4 cm dengan jarak +/- 30 cm dan tiap lubang diisi 4-5 biji kacangan.

Baca disi untuk mengetahui lebih lengkap tentang " Kacangan Penutup Tanah (Leguminosa) "


Penanaman Stek (Calopogonium Caeruleum). Sistem stek menggunakan kantongan plastic kecil ukuran 7×15 cm yang diisi top soil yang telah diayak. Plastik yang sudah diisi topsoil kemudian disusun di tempat terlindung atau dibawah kelapa sawit. Bahan stek minimum memiliki dua ruas, satu ruas masuk ke tanah dan satu lagi diatas tanah. Penyiraman harus dilakukan pagi dan sore. Pemupukan dilakukan setelah berumur 2-3 minggu dengan pupuk majemuk 12-12-17-2 sebanyak 0,3-0,5 g per kantungan. Stek ditanam ke lapangan pada musim hujan setelah berumur 1,5-2 bulan. Kebutuhan stek mencapai 1200-1500 buah per hektar atau 9-12 stek per gawang. 

 Untuk menghindari stagnasi sebaiknya diusahakan tanah di dalam kantongan kecil tidak pecah pada waktu penanaman di lapangan. Pemupukan dilakukan 5-7 hari setalah penanaman lapangan dengan pupuk majemuk 15-15-6-4 dengan dosis 40 kg per hektar. Pemupukan selanjutnya sama seperti pemupukan kacangan dari biji.