Perkembangan Pertanian dan Tanaman Pertanian Indonesia

Indonesia terdiri dari berbagai kepulauan dengan wilayah yang sangat luas. Sebagian besar penduduk Indonesia bermata pencaharian bercocok tanam berupa berladang dan bersawah. Berladang dan bersawah dapat menghasilkan mata pencaharian untuk menjalankan hidup dan usaha masyarakat, terutama bagi penduduk yang tinggal di desa-desa yang tanahnya subur dan dapat dimanfaatkan untuk bersawah.

Akhir-akhir ini lahan untuk bertani sangat terbatas sekali. Lokasi pertanian pada umumnya jauh dari kota besar karena sebagian besar daerah yang dekat dengan kota sudah banyak didirikan industri-industri besar sehingga daerah berladang maupun bersawah terdapat di desa-desa yang mempunyai tanah yang subur untuk bertani. Tiap desa memiliki jenis tanah tertentu sehingga mampu menghasilkan jenis tanaman pertanian tertentu pula.


Di Indonesia banyak terdapat jenis tumbuh-tumbuhan yang dapat ditanam dan dapat dimanfaatkan oleh manusia, binatang maupun bahan industri. Terutama dapat menghasilkan sebagai mata pencaharian para petani untuk kebutuhan sehari-harinya. Akan tetapi untuk bercocok tanam tidak semudah apa yang akan ditanamnya sehingga para petani memikirkan segala kendalanya seperti hama-hama yang akan merusak tanamannya, dan memberi pupuk untuk menyuburkan tanamannya sehingga dapat menghasilkan panen yang memuaskan.

Dengan berkembangnya zaman dan tuntutan kebutuhan manusia, pertanian merupakan sektor ekonomi yang dikerjakan oleh masyarakat Indonesia secara khusus. Orang-orang yang mata pencahariannya dari pertanian disebut petani. Jadi, petani adalah orang yang mengerjakan tanah untuk bercocok tanam saja. Petani di Indonesia pada umumnya juga memelihara hewan dan segala usaha mengolah bahan-bahan yang dihasilkan dalam usaha tersebut.

JENIS TANAMAN PERTANIAN DI INDONESIA

Pengertian petani di Indonesia hanya menyangkut orang yang bercocok tanam saja. Tanaman pertanian sebenarnya tidak hanya terbatas pada tanaman padi-padian seperti padi dan jagung atau sayur-sayuran dan palawija saja. Tanaman pertanian dapat dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:

1. TANAMAN BAHAN MAKANAN POKOK.

Pengertian tanaman bahan makanan pokok adalah tanaman yang digunakan oleh manusia sebagai bahan makanan pokok sehari-hari, misalnya padi, jagung, gandum, dan ketela. Setiap suku daerah di Indonesia memiliki kebiasaan makan makanan pokok yang berbeda sesuai kondisi geografis daerah tersebut. Contoh: penduduk Maluku makanan pokoknya berupa sagu, penduduk Jawa Timur makanan pokoknya berupa beras, penduduk Kab. Gunung Kidul makanan pokoknya berasal dari bahan ketela pohon, dan lain-lain.

2. TANAMAN BAHAN MAKANAN TAMBAHAN.

Yang termasuk jenis tanaman bahan makanan tambahan adalah tanaman holtikultura. Contoh tanaman holtikultura adalah buah-buahan dan sayur-sayuran. Contoh tanaman sayur-sayuran adalah tomat, sawi, kacang panjang, terung, cabai, bawang merah, bawang putih, dan lain-lain. Contoh tanaman buah-buahan adalah apel, jeruk, mangga, alpukat, anggur, dan lain-lain.

3. TANAMAN BAHAN INDUSTRI.

Pengertian tanaman bahan industri adalah tanaman yang digunakan sebagai bahan baku untuk kegiatan industri. Contoh tanaman bahan industri adalah tebu, kapas, kopi dan cengkeh. Ada kalanya hasil-hasil tanaman itu dijual kepada negara lain dalam bentuk bahan mentah. Namun ada kalanya dijual dalam bentuk setengah jadi setelah diolah di pabrik-pabrik.

Selain itu, dikenal pula tanaman pertanian dari jenis bunga-bungaan, misal: bunga mawar, bunga mewati, bunga kamboja Jepang, bunga seruni, bunga matahari, dan lain-lain. Pertanian tanaman bunga ditujukan untuk kebutuhan jasa penyelenggaraan pesta pernikahan dan jenis upacara (seremoni) lainnya.